Jangan samakan Tabungan sama Investasi, Inilah bedanya...

TEMPAT NGOPREK :
Masih banyak masyarakat yang salah kaprah antara menabung dan investasi. Mereka menganggap menyimpan dana dalam tabungan sebagai bagian dari investasi. 



Padahal tabungan merupakan uang yang disisihkan dari pendapatan guna melakukan pembelian yang cukup besar dalam beberapa bulan mendatang. Misalnya, seseorang memiliki pendapatan Rp 5 juta ingin membeli telepon pintar (smartphone) seharga Rp 10 juta.Untuk mendapatkan telepon genggam maka perlu menabung. 

Tabungan juga berguna sebagai strategi mengumpulkan dana darurat  dalam 12 bulan ke depan. Atau untuk persiapan dana liburan di musim liburan Lebaran dan Natal. 

Sementara investasi adalah proses menyisihkan uang dengan tujuan memperoleh keuntungan dan kenaikan modal di masa mendatang. “Jadi menjadikan tabungan sebagai investasi tidak benar. Tabungan tidak memberikan imbal hasil jangka panjang yang menarik,” ujar Prita. 

Meski memberikan keuntungan, investasi memiliki resiko. Semakin tinggi imbal hasil yang diharapkan maka resiko yang harus ditanggung juga semakin tinggi. Penyisihan dana investasi harus dilakukan diatas satu tahun.   

Menyisihkan pendapatan untuk tabungan dan investasi sangat tergantung tujuan keuangan masing-masing orang. Namun idealnya menyisihkan 10% pendapatan untuk tabungan. 

Untuk investasi, jika masih baru bekerja disarankan menyisihkan 20% dari pendapatan. Bagi yang sudah berkeluarga bisa menyisihkan 10%. “ Jika ingin mengalokasikan diatas 10% lebih baik menggunakan bonus tahunan atau pendapatan tak terduga lainnya sehingga alokasi tabungan bisa juga ditingkatkan lebih besar.
0 Komentar untuk "Jangan samakan Tabungan sama Investasi, Inilah bedanya..."

Back To Top