Definisi dasar tentang sensor ?

TEMPAT NGOPREK :

Sensor adalah perangkat elektronika yang dapat mengubah besaran fisis menjadi sinyal listrik. Sensor dapat dijadikan sebagai perangkat input besaran-besaran fisis ke perangkat pengolah data seperti mikrokontroler, komputer, Programeable Logic Controller (PLC), Distributed Control System (DCS), maupun Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). Sensor yang sering digunakan di industri antara lain sensor berat, sensor suhu, sensor getaran, sensor elektromagnetik, sensor aliran, dan level air, sensor kelembapan, sensor kimia, sensor kapasitif, dan induktif, serta masih banyak lagi jenis lainnya. Pada sistem instrumen terdapat bagian yang memiliki prinsip kerja berkebalikan dengan sensor yang disebut aktuator, yaitu perangkat yang mengubah sinyal listrik menjadi besaran fisis lainnya. Misalnya loudspeaker adalah aktuator yang mengubah sinyal listrik menjadi tekanan suara.
Beberapa pemahaman tentang sensor kadang-kadang dipersepsikan sama dengan elektroda dan transduser. Di dunia instrumentasi elektronika, ketiga hal tersebut berbeda karena secara konsep memiliki prinsip kerja yang berbeda pula. Elektroda memiliki prinsip kerja menyalurkan sinyal listrik dari suatu unit ke unit lain, sehingga bagian dari input elektroda tersebut sudah berupa sinyal listrik. Transduser merupakan gabungan dari sensor dan aktuator yang memiliki prinsip kerja dua arah yaitu dalam satu elemen mampu mengubah besaran fisis menjadi sinyal listrik dan sebaliknya sinyal listrik menjadi besaran fisis lainnya. Salah satu contoh transduser adalah kristal piezoelektrik yang dapat membangkitkan tekanan bunyi ultrasonik dari osilator listrik dan mengubah tekanan bunyi ultrasonik tersebut kembali menjadi sinyal listrik.

Proses pengolahan informasi fisis yang diterima oleh sensor sangat diperlukan. Kemampuan untuk mengolah sinyal informasi sensor berbasis komputer (mikroprosesor) memiliki keuntungan ekonomis yang tinggi. Pada sistem instrumentasi untuk pengukuran, pengendalian, pemrosesan, dan pengontrolan berbasis komputer memiliki beberapa kelebihan diantaranya:

  1. Dapat menjamin kontinyuitas dalam proses akusisi data.
  2. Mampu merekam history data dalam kapasitas besar. 
  3. Mampu melakukan komputasi matematik yang komplek.
  4. Dapat dilakukan pengolahan dan manipulasi data untuk menghasilkan informasi yang lebih berguna. 
  5. Data dapat digandakan dengan mudah dan cepat. 
  6. Dapat dilakukan transmisi data dengan mudah ke perangkat lain. 

Melihat keunggulan sistem komputer tersebut maka upaya untuk melakukan akusisi data sensor ke dalam komputer menjadi berkembang sangat pesat. Pada saat ini juga telah banyak tersedia produk yang mendukung komputer untuk melakukan proses akusisi data.  

Semua mikroprosesor memerlukan tegangan listrik input untuk menerima perintah dan informasi dari luar. Teknologi mikroprosesor telah berkembang pesat dan membuka kesempatan untuk dilakukannya implementasi sensor di berbagai bidang. Akan tetapi para pengguna sensor menghadapi berbagai permasalahan dalam interpretasi parameter kinerja sensor sehingga memunculkan persepsi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, para pengguna sensor perlu menyamakan persepsi tersebut terutama dalam mengitepretasikan data sheet sensor yang sama.

Selain data sheet sensor, sistem elektronik yang bekerja dengan elemen sensor juga dipengaruhi karakteristik intrinsik dari perangkat secara keseluruhan. Jika dilakukan dengan benar, desain elektronik dari sensor dapat memungkinkan ekstraksi informasi secara optimal dengan menekan pengaruh karakteristik intrinsik tersebut. Kebanyakan sensor tidak langsung menghasilkan keluaran tegangan, melainkan bertindak sebagai perangkat pasif, seperti resistor yang nilainya berubah dalam menanggapi besaran fisis eksternal. Sensor perlu dilakukan penguatan agar menghasilkan tegangan yang cocok sebagai masukan mikroprosesor dan pengubah analog ke digitalnya. 
Labels: Arduino, Elektronika
Back To Top